Sabtu, 29 Maret 2014

takdir~

kopi dan garam
mereka bertemu dalam satu tempat yang sama, namun tak ditakdirkan bersatu
saling menatap namun tak sanggup berharap

suatu senja
garam menatap pada kopi yang diam
di benaknya berputar sebuah kata
"seandainya"
seandainya aku adalah gula,
mungkin aku bisa melebur menjadi bagian darinya
seandainya aku air,
mungkin aku bisa menciptakan "kita"
seandainya aku cangkir,
aku bisa menjadi tempatnya bersandar menciptakan sebuah rasa

ya... seandainya
bahkan seandainya aku hanya sebuah sendok
yang membantunya menyatu dengan air dan gula
aku masih mensyukurinya
dan seandainya tempatku bukan di dapur ini


di lain sisi kopi menatap jingga dan berkata
"sampaikan pada garam bahwa aku rela menjadi tak wajar
aku rela menjadi kopi asin"

namun saat itu sang barista tetap menyatukan kopi dan gula
bukan garam

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar